Kamis, 10 November 2022
GEBYAR MTQ PELAJAR PANCASILA
Selasa, 01 November 2022
Kepala Cabang Dinas Siantar sebagai Pemantik Terbentuknya LPTQ Cabang Dinas Siantar
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Siantar Bapak James Andohar Siahaan, S.STP memberikan pemantik kepada pendidik Siantar Simalungun untuk membangun Profil Pelajar Pancasila melalui kegiatan MTQ Pelajar Pancasila SMA/SMK se-CABDIS Siantar. Sekaligus Kepala Cabang Dinas Pendidikan Siantar juga sebagai pemantik terbentuknya Pengurus LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an) Cabdis Siantar.
MTQ bukanlah sekedar lomba untuk mencari qori-qoriah dan hafid hafidzah terbaik, tetapi MTQ adalah suatu upaya konkrit umat Islam untuk menggali nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam Al qur'an agar dijadikan sebagai pedoman hidup.
Dalam paradigma baru pendidikan nasional (kurikulum merdeka) Profil Pelajar Pancasila menjadi acuan utama dalam memandu kebijakan pendidikan, termasuk sebagai acuan bagi pendidik untuk mengembangkan karakter dan kompetensi peserta didik.
Menyadari hal itu, Kepala Cabang Dinas Siantar merasa perlu untuk membentuk pengurus LPTQ Cabdis Siantar untuk menyelenggarakan MTQ Pelajar Pancasila SMA/SMK se-CABDIS Siantar di masa yang akan datang.
Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Cabang Dinas (Cabdis) Siantar, resmi terbentuk untuk periode 2022-2027.
Surat Keputusan Kepengurusan secara resmi dibacakan oleh Kepala Seksi (KASI) Ketenagaan SMK Cabdis Siantar, Kadir Marzuki Dongoran. Kemudian pengurus baru dilantik pada saat pembukaan Gebyar MTQ Pelajar Pancasila tingkat SMA/SMK di Kompleks Yayasan UISU Kabupaten Simalungun, Senin (31/10/22).
James Andohar Siahaan berharap dengan dilaksanakannya Gebyar MTQ Pelajar Pancasila SMA/SMK se-Cabdis Siantar maka akan terbentuk karakter Pelajar Pancasila yang berkemampuan global.Pelaksanaan MTQ akan menjadi agenda kerja dari Cabang Pendidikan Kota Pematangsiantar dan kabupaten Simalungun untuk menjaga dan melestarikan Al-Qur’an serta mengantarkan pelajar yang pancasilais,”
Adapun pengurus inti LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an) yang baru terbentuk yaitu:
Akhyar (Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Pematang Siantar) sebagai ketua, Rahmat Nasution (Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Pematang Siantar) sebagai sekretaris dan Suliyah (Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Bandar) sebagai Bendahara.
Senin, 16 Mei 2022
Sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka SMA Negeri 1 Bandar
SMA Negeri 1 Bandar telah melaksanakan Sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka pada hari Kamis tanggal 12 Mei 2022 di aula kantor guru SMA Negeri 1 Bandar.
Implementasi kurikulum Merdeka sebagai bentuk fasilitasi Kemendikbud Ristek melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan yang ditujukan kepada Ibu bapak guru, para kepala sekolah, kepala madrasah, dan kepala PKBM dalam mempersiapkan keterlibatannya pada Kurikulum Merdeka pada tahun ini hingga kedepanya.
Penyediaan dukungan IKM yang diberikan oleh Kemendikburistek adalah bagaimana kemendikbud ristek memberikan dukungan pembelajaran IKM secara mandiri dan dukungan pendataan IKM jalur mandiri, dari dukungan tersebut akan mendapatkan calon satuan pendidikan yang terdata berminat dan akan memperoleh pendampingan pembelajaran untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka jalur mandiri, sehingga Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas serta aktor lain dapat mengadakan kegiatan berbagi praktik baik Kurikulum Merdeka dalam bentuk seminar maupun lokakarya secara mandiri.
Sehubungan dengan itu, maka SMA Negeri 1 Bandar menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Implementasi kurikulum Merdeka untuk memberikan pemahaman kepada guru SMA Negeri 1 Bandar tentang kurikulum Merdeka.
Sebagai ketua pelaksana Waka kurikulum Bapak Junus Pasaribu, S.Pd, moderator Waka Humas Ibu Dra. Elianti Nurminah Saragih, perlengkapan Waka Sarpras Bapak Mokh. Ali Imron , monitoring dan evaluasi Waka Kesiswaan Bapak Longser Sitorus, S.Pd, Sekertaris Bapak Mahadi Indra (KTU) dan Bendahara Bapak Kecil Jiwo Susilo, S.Kom (Operator).
Sosialisasi ini dihadiri oleh Ka Cabdis Siantar Bapak James Andohar Siahaan, S.STP yang diwakili oleh Bapak Triwandes Sinurat, SE,S.Si yang menyampaikan bahwa karakter guru harus berubah. Selain itu, sosialisasi ini juga dihadiri oleh pengawas pembina yaitu bapak Jonson Gultom, S.Pd, M.Si.
Sebagai narasumber adalah
ibu Mariahma Tambunsaribu,S.Si,M.Si dengan materi Penjelasan umum tentang IKM, ibu Nurlela Ramadani Marpaung, S.Pd, M.Pd (Guru Penggerak Angkatan 2/Pengajar Praktik angkatan 5) dengan materi kurikulum Merdeka, ibu Risdawati Sipayung, S.Pd, M.Pd (Guru Penggerak Angkatan 2/Pengajar Praktik angkatan 5) dengan materi Capaian Pembelajaran dan saya sendiri Suliyah, S.Pd (Guru Penggerak Angkatan 2/Pengajar Praktik angkatan 5) dengan materi dimensi Profil Pelajar Pancasila.
Peserta adalah pendidik dan tenaga kependidikan SMA Negeri 1 Bandar yang sangat antusias mengikuti sosialisasi ini. Pertanyaan tidak ada habisnya dilontarkan untuk menggali informasi bagaimana sebenarnya kurikulum merdeka. Ice breaking satu tambah satu dan goyang pinguin semakin membuat betah peserta bertahan mengikuti sosialisasi sampai akhir. Sosialisasi diakhiri dengan materi dimensi Profil Pelajar Pancasila dengan kegiatan diskusi dan refleksi dengan 6 kelompok dan yel-yelnya yang heboh menambah semangat peserta walau waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB lewat dari waktu yang sudah ditentukan.
"Kami bahagia ada di sini melihat begitu antusiasnya peserta mengikuti sosialisasi IKM" ujar Bu Risdawati Sipayung salah satu narasumber dari SMA Negeri 1 Raya.
SMA Negeri 1 Bandar telah mendaftar Implementasi Kurikulum Merdeka dengan memilih pilihan no 2 yaitu mandiri belajar. Pada pilihan mandiri belajar sekolah terdaftar IKM mencoba menerapkan komponen atau prinsip kurikulum Merdeka dengan tetap menggunakan kurikulum satuan pendidikan yang sedang diterapkan (kurikulum 2013 atau kurikulum darurat). Jika memilih pilihan no 2 yaitu mandiri berubah maka sekolah pada tahun ini (Juli 2022) menerapkan kurikulum Merdeka dengan menggunakan perangkat ajar yang disediakan pad satuan pendidikan PAUD, kelas 1, kelas 4 , atau kelas 10.
Kepala SMA Negeri 1 Bandar , ibu Mariani Samosir mengatakan jika diberikan kesempatan akan mengganti pilihan dari no 1 mandiri belajar ke no 2 mandiri berubah .
Dalam pelaksanaan IKM Mandiri berubah semua perangkat ajar sudah disiapkan dalam Platform Merdeka Mengajar, kita bisa mengembangkan sesuai karakteristik sekolah kita. Ayok manfaatkan Platform MM dengan akun belajar.id…
Selasa, 07 September 2021
MENERAPKAN BUDAYA POSITIF DI SEKOLAH
Modul 1.4..a.10.Aksi Nyata Budaya Positif
Budaya positif di sekolah tidak berdiri sendiri dalam menciptakan budaya ajar yang baik.Budaya positif bukan satu-satunya nilai yang perlu diterapkan dalam pendidikan di Indonesia.Filosofi Ki Hajar Dewantara, nilai dan peran guru penggerak,visi guru Penggerak juga berkaitan dengan budaya positif agar penerapan di ekosistem belajar semakin maksimal.
Penerapan budaya positif dalam aktivitas belajar mengajar sehari-hari memuat di dalamnya penerapan filosofi Ki Hajar Dewantara serta nilai dan peran guru penggerak dalam mewujudkan visi guru Penggerak dengan menggunakan peta kekuatan positif di sekolah melalui Inkuiri Apresiatif dengan tahapan B-A-G-J-A.
Modul 1.1.Filosofi Ki Hajar Dewantara 1.2.Nilai dan peran guru penggerak dan 1.3.Visi guru penggerak sangat berkaitan dan mendukung budaya positif.Karena budaya positif yang diterapkan di sekolah adalah budaya positif yang berpihak kepada murid sesuai filosofi Ki Hadjar Dewantara.Dengan nilai dan peran guru penggerak, seorang guru penggerak menerapkan budaya positif untuk mewujudkan visi guru Penggerak yang juga berpihak kepada murid.
Peran guru penggerak dalam menularkan kebiasaan baik kepada guru lain dalam membangun budaya positif di sekolah dengan cara:
Membantu guru lain dalam menerapkan budaya positif di sekolah/kelas (pemimpin pembelajaran)
Menggerakkan Komunitas Praktisi
Menjadi Coach Bagi Guru Lain
Mendorong Kolaborasi Antar Guru
Mewujudkan Kepemimpinan Murid
Seorang guru penggerak bisa menumbuhkan budaya positif di kelas menjadi budaya positif sekolah dan menjadi visi seorang guru penggerak.Untuk menumbuhkan budaya positif di sekolah seorang guru penggerak mengawalinya dengan membuat kesepakatan kelas yang lama-kelamaan menjadi kebiasaan-kebiasaan positif di kelas maupun di luar kelas (dimulai dari diri). Kemudian seorang guru penggerak menularkan kebiasaan tersebut kepada guru lain dan berkolaborasi dengan seluruh warga sekolah sehingga lama-kelamaan menjadi Visi sekolah.
Rabu, 18 Agustus 2021
PEMBELAJARAN BERDIFFERENSIASI
RPP BERDIFERENSIASI DAN SOSIAL EMOSIONAL
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DAN SOSIAL EMOSIONAL
Pembelajaran berdifferensiasi
Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Keputusan-keputusan yang dibuat tersebut adalah yang terkait dengan:
- Bagaimana mereka menciptakan lingkungan belajar yang “mengundang’ murid untuk belajar dan bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar yang tinggi. Kemudian juga memastikan setiap murid di kelasnya tahu bahwa akan selalu ada dukungan untuk mereka di sepanjang prosesnya.
- Kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas. Jadi bukan hanya guru yang perlu jelas dengan tujuan pembelajaran, namun juga muridnya.
- Penilaian berkelanjutan. Bagaimana guru tersebut menggunakan informasi yang didapatkan dari proses penilaian formatif yang telah dilakukan, untuk dapat menentukan murid mana yang masih ketinggalan, atau sebaliknya, murid mana yang sudah lebih dulu mencapai tujuan belajar yang ditetapkan.
- Bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar muridnya. Bagaimana ia akan menyesuaikan rencana pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar murid tersebut. Misalnya, apakah ia perlu menggunakan sumber yang berbeda, cara yang berbeda, dan penugasan serta penilaian yang berbeda.
- Manajemen kelas yang efektif. Bagaimana guru menciptakan prosedur, rutinitas, metode yang memungkinkan adanya fleksibilitas. Namun juga struktur yang jelas, sehingga walaupun mungkin melakukan kegiatan yang berbeda, kelas tetap dapat berjalan secara efektif.
- Kesiapan belajar (readiness) murid
- Minat murid
- Profil belajar murid
Minggu, 27 Juni 2021
FILOSOFIS PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA
Suliyah,S.Pd
Calon Guru Penggerak
Angkatan 2
Kabupaten Simalungun
SMA NEGERI 1 BANDAR
Potret pendidikan Indonesia sejak zaman kolonial
Kondisi Pendidikan pada zaman kolonial, perjalanan pemikiran Ki Hadjar Dewantara sejak pembentukan Perguruan Taman Siswa hingga pemikiran-pemikiran KHD tentang bagaimana menjadi manusia merdeka.
Pendidikan Indonesia pada zaman kolonial diadakan demi kepentingan bangsa Belanda dimana anak-anak pribumi dididik hanya untuk menjadi pembantu dalam usaha perdagangan bangsa Belanda.Hal inilah yang menjadi dasar bagi pribumi untuk dapat menikmati pendidikan yang merdeka bagi pribumi dengan kebebasan menikmati pendidikan. Pada akhirnya Ki Hajar Dewantara mewujudkan hal tersebut dengan mendirikan sekolah Taman Siswa pada tahun 1922. 2. Tujuan pendidikan dalam zaman kolonial adalah agar para pribumi yang dididik dapat menjadi pembantu dalam perdagangan bangsa Belanda.
Pendidikan saat ini
Pendidikan saat ini lulusannya diharapkan memliki kecakapan abd 21 berkarakter, bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. siswa diminta mampu berkembang beradaptasi dengan kondisi zaman.
Pemikiran Ki Hadjar Dewantara bahwa setiap anak memiliki tiga hak mendasar, yaitu hak pembantuan diri sendiri berdiri ( zelfbeschikkingsrecht ), hak bersama dengan tertib dan damai ( orde en vrede ), serta hak bertumbuh menurut kodrat ( natuurlijke groei ).
Ketiga hak ini merupakan dasar alat pendidikan dan pemikiran Ki Hajar bagi anak-anak yang disebut 'Among Metode' (sistem-Among). Salah satu seginya ialah mewajibkan guru-guru sebagai pemimpin yang berdiri di belakang, tetapi mempengaruhi memberi kesempatan kepada anak didik untuk dijalankan sendiri. Inilah yang disebut dengan semboyan 'Tut Wuri Handayani'.
Seorang pendidik yang baik, kata Ki Hadjar Dewantara, harus tahu bagaimana cara mengajar, memahami karakter peserta didik dan memahami tujuan menyelesaikan. Agar dapat mewujudkan hasil yang didikan dengan pengetahuan yang mumpuni secara intelektual maupun sosial serta semangat membangun bangsa.
Relevansi pemikiran KHD dengan konteks pendidikan Indonesia saat ini tidak memuat nilai-nilai kebangsaan. Pendidikan sekarang hanya melahirkan Sikap individualisme, hedonisme dan titik jiwa merdeka konteks pendidikan di sekolah saya secara khusus, masih banyak saya menjumpai guru yang mengajar mengutamakan cipta bukan rasa, masih terdapat peserta didik yang merasa tertekan saat proses pembelajaran atau hanya menjalankan tugas-tugas.
Dalam menjalankan aktivitas sebagai guru, saya berusaha mengajar / mendidik dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar senyaman mungkin, memberikan kesepakatan bersama dalam kelas dan memberikan opsi dalam tugas-tugas, karena kemampuan peserta didik tidak sama.
Asas Pendidikan Ki Hadjar Dewantara
Ki Hadjar Dewantara (KHD) membedakan kata Pendidikan dan Pengajaran dalam memahami arti dan tujuan Pendidikan. Menurut KHD, pengajaran (onderwijs) adalah bagian dari Pendidikan. Pengajaran merupakan proses Pendidikan dalam memberi ilmu atau berfaedah untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin. Sedangkan Pendidikan (opvoeding) memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Jadi menurut KHD (2009), “pendidikan dan pengajaran merupakan usaha persiapan dan persediaan untuk segala kepentingan hidup manusia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti yang seluas-luasnya”.
Pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan dalam masyarakat. KHD memiliki keyakinan bahwa untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab maka pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk mencapainya. Pendidikan dapat menjadi ruang berlatih dan bertumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan yang dapat diteruskan atau diwariskan.
Dasar-Dasar Pendidikan
Menuntun
Ki Hadjar menjelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu: "menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Oleh sebab itu, pendidik itu hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak”
Dalam menuntun laku dan pertumbuhan kodrat anak, KHD mengibaratkan peran pendidik seperti seorang petani atau tukang kebun. Anak-anak itu seperti biji tumbuhan yang disemai dan ditanam oleh pak tani atau pak tukang kebun di lahan yang telah disediakan. Anak-anak itu bagaikan bulir-bulir jagung yang ditanam. Bila biji jagung ditempatkan di tanah yang subur dengan mendapatkan sinar matahari dan pengairan yang baik maka meskipun biji jagung adalah bibit jagung yang kurang baik (kurang berkualitas) dapat tumbuh dengan baik karena perhatian dan perawatan dari pak tani. Demikian sebaliknya, meskipun biji jagung itu disemai adalah bibit berkualitas baik namun tumbuh di lahan yang gersang dan tidak mendapatkan pengairan dan cahaya matahari serta ‘tangan dingin’ pak tani, maka biji jagung itu mungkin tumbuh namun tidak akan optimal.
Dalam proses ‘menuntun’ anak diberi kebebasan namun pendidik sebagai ‘pamong’ dalam memberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Seorang ‘pamong’ dapat memberikan ‘tuntunan’ agar anak dapat menemukan kemerdekaannya dalam belajar.
KHD juga mengingatkan para pendidik untuk tetap terbuka namun tetap waspada terhadap perubahan-perubahan yang terjadi, “waspadalah, carilah barang-barang yang bermanfaat untuk kita, yang dapat menambah kekayaan kita dalam hal kultur lahir atau batin. Jangan hanya meniru. Hendaknya barang baru tersebut dilaraskan lebih dahulu”. KHD menggunakan ‘barang-barang’ sebagai simbol dari tersedianya hal-hal yang dapat kita tiru, namun selalu menjadi pertimbangan bahwa Indonesia juga memiliki potensi-potensi kultural yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar.
Kodrat Alam dan Kodrat Zaman
KHD menjelaskan bahwa dasar Pendidikan anak berhubungan dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam berkaitan dengan “sifat” dan “bentuk” lingkungan di mana anak berada, sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan “isi” dan “irama”
KHD mengelaborasi Pendidikan terkait kodrat alam dan kodrat zaman sebagai berikut
“Dalam melakukan pembaharuan yang terpadu, hendaknya selalu diingat bahwa segala kepentingan anak-anak didik, baik mengenai hidup diri pribadinya maupun hidup kemasyarakatannya, jangan sampai meninggalkan segala kepentingan yang berhubungan dengan kodrat keadaan, baik pada alam maupun zaman. Sementara itu, segala bentuk, isi dan wirama (yakni cara mewujudkannya) hidup dan penghidupannya seperti demikian, hendaknya selalu disesuaikan dengan dasar-dasar dan asas-asas hidup kebangsaan yang bernilai dan tidak bertentangan dengan sifat-sifat kemanusiaan” (Ki Hadjar Dewantara, 2009, hal. 21)
KHD hendak mengingatkan pendidik bahwa pendidikan anak sejatinya melihat kodrat diri anak dengan selalu berhubungan dengan kodrat zaman. Bila melihat dari kodrat zaman saat ini, pendidikan global menekankan pada kemampuan anak untuk memiliki Keterampilan Abad 21 dengan melihat kodrat anak Indonesia sesungguhnya. KHD mengingatkan juga bahwa pengaruh dari luar tetap harus disaring dengan tetap mengutamakan kearifan lokal budaya Indonesia. Oleh sebab itu, isi dan irama yang dimaksudkan oleh KHD adalah muatan atau konten pengetahuan yang diadopsi sejatinya tidak bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. KHD menegaskan juga bahwa didiklah anak-anak dengan cara yang sesuai dengan tuntutan alam dan zamannya sendiri.
Budi Pekerti
.
Menurut KHD, budi pekerti, atau watak atau karakter merupakan perpaduan antara gerak pikiran, perasaan dan kehendak atau kemauan sehingga menimbulkan tenaga. Budi pekerti juga dapat diartikan sebagai perpaduan antara Cipta (kognitif), Karsa (afektif) sehingga menciptakan Karya (psikomotor). Sedih merupakan perpaduan harmonis antara cipta dan karsa demikian pula Bahagia.
Lebih lanjut KHD menjelaskan, keluarga menjadi tempat yang utama dan paling baik untuk melatih pendidikan sosial dan karakter baik bagi seorang anak. Keluarga merupakan tempat bersemainya pendidikan yang sempurna bagi anak untuk melatih kecerdasan budi-pekerti (pembentukan watak individual). Keluarga juga menjadi ruang untuk mempersiapkan hidup anak dalam bermasyarakat dibanding dengan pusat pendidikan lainnya.
Alam keluarga menjadi ruang bagi anak untuk mendapatkan teladan, tuntunan, pengajaran dari orang tua. Keluarga juga dapat menjadi tempat untuk berinteraksi sosial antara kakak dan adik sehingga kemandirian dapat tercipta karena anak-anak saling belajar antar satu dengan yang lain dalam menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi. Oleh sebab itu, Peran orang tua sebagai guru, penuntun dan pemberi teladan menjadi sangat penting dalam pertumbuhan karakter baik anak.
5 konsep dasar pemikiran Ki hadjar Dewantara
1).Menuntun
Menurut KHD, Pendidikan memberi tuntunan (menuntun) terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya, baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat.
Karena itu pendidik i hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak”. Dalam menuntun pertumbuhan kodrat anak, KHD mengibaratkan peran Guru atau pendidik seperti seorang petani yang hanya dapat menuntun tumbuhnya Padi, ia dapat memperbaiki kondisi tanah, memelihara tanaman, menyiramnya setiap hari, memberi pupuk, membasmi hama ulat-ulat atau jamur-jamur yang mengganggu hidup tanaman padi tersebut. Petani tidak dapat memaksa agar padinya tumbuh menjadi jagung ataupun tanaman lainya. Begitulah dengan Guru / pendidik. Pendidik hanya bisa menuntun dan merawat tumbuh kembangnya anak sesuai dengan kodratnya
2).Bermain
Kodrat anak adalah bermain.Dalam bermain anak juga belajar.Contoh dalam permainan gobak sodor atau galasin,anak juga belajar kecakapan hidup, strategi dan juga matematika.
3).Ilustrasi petani.
Seorang petani menanam bermacam tanaman yang berbeda,tentu dengan cara yang berbeda
4).Berbudi pekerti/ berkarakter
Menurut KHD, budi pekerti adalah perpaduan harmonis antara pikiran, perasaan, dan kehendak atau kemauan sehingga menimbulkan tenaga/semangat. Hal ini menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan pendidikan. Budi pekerti juga merupakan modal dasar kebahagiaan yang berperikemanusiaan. Budi pekerti merupakan kunci untuk mencapai keselarasan dan keseimbangan hidup. karena itu kita sebagai pendidik harus memberikan teladan yang baik dengan harapan siswa dapat meneladaninya demi membentuk karakter siswa misalnya bersikap sopan dan ramah terhadap sesama baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
seiring perkembangan zaman dan tidak terlepas dari fungsi kontrol kita sebagai guru dan orang tua yaitu memberikan motivasi dan memberikan pengertian kepada anak atau siswa agar tetap memegang teguh nilai-nilai atau norma-norma kemanusiaan yang ada sehingga tujun mendeka belajar dapat terwujud sesuai dengan semboyan Bapak Ki Hajar Dewantara yaitu di depan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, dan di belakang memberi dorongan.
5).Berhamba pada anak
Dari pengalaman Ki Hajar Dewantara dengan anaknya yang bernama Asti,kita harus memuliakan anak, memberikan kebahagiaan dan penghargaan setinggi-tingginya,sehingga anak bisa selamat dan bahagia
Senin, 02 November 2020
CAHAYA HARAPAN DIBALIK DOA
CAHAYA HARAPAN DIBALIK DOA
Oleh:Kadri Bancin,M.Si
Namaku Kadri Bancin,lahir pada tanggal 16 Oktober 1973 di Bunga Julu dari keluarga sederhana di sebuah desa terpencil di Dairi yang sekarang sudah pemekaran menjadi Phak-Phak Bharat.Ayahku bernama Turut Bancin sesepuh di kampungku dan ibuku bernama Martina Banurea yang sekarang sudah almarhum.Aku anak ke-lima dari 8 bersaudara.
Kehidupan kami benar-benar jauh dari berkecukupan untuk sekolah saja tidak mampu,aku dan abangku sempat tidak disekolahkan di bangku sekolah dasar.Adikku saja yang masuk sekolah,kami hanya mengintip saat adikku dan teman-temannya belajar,sungguh miris sekali.Ternyata Ayahku memperhatikan tingkah laku kami mengintip orang yang sedang belajar.Terenyuh rasanya hati ayahku,kami berdua langsung dibawa ke sekolah untuk didaftarkan,dan alhamdulillah akhirnya aku resmi sekolah di SD Inpres no 035945 Binalun di kecamatan Salak sampai dengan tahun 1985.
Masalah baru muncul lagi ketika aku tamat sekolah dasar.Aku harus melanjut SMP,tapi lagi-lagi tidak ada biaya.Aku dibawa ke Medan untuk dimasukkan ke Panti Asuhan dengan harapan bisa sekolah dengan biaya gratis.Beberapa Panti Asuhan menolak karena kami masih mempunyai kedua orangtua.Kami kembali ke kampung dengan harapan kosong.Pada akhirnya datang seorang pejabat pendidikan dari Kemenag Aceh berkunjung ke kampung kami.Ternyata Allah SWT memberikan aku jalan lain untuk bisa melanjut SMP.Pejabat itu yang kemudian menjadi ayah angkatku membawaku untuk melanjutkan studiku di Aceh.Di Aceh aku masuk pesantren sekaligus sekolah di Madrasah Tsanawiyah Negeri Matang Glumpang dua sejak tahun 1985 sd 1988,Alhamdulillah.
6 tahun aku di Aceh dengan semua suka duka yang kualami,banyak cerita yang tak tertuliskan di sini.Alhamdulillah,aku juga bisa melanjut ke tingkat atas di Madrasah Aliyah Negeri Peusangan di Matang Glumpang Dua sejak tahun 1988 sd 1991.Ayah angkatku sangat berjasa kepadaku sampai aku di posisi sekarang ini,tapi kini beliau sudah tiada:"Alfatihah buat Ayah, semoga Ayah sudah bahagia disisiNya".
Setelah tamat dari Madrasah Aliyah Negeri Peusangan di Matang Glumpang Dua,aku berkeinginan melanjutkan studi di jenjang sarjana.Aku berangkat ke Medan untuk mendaftar ke fakultas Tarbiyah UMSU di Medan dengan segala aral rintangan yang kuhadapi.Alhamdulillah,aku bisa merasakan menjadi seorang mahasiswa sejak 1991 sd 1996.
Setelah tamat sarjana,ternyata tidak gampang juga mencari pekerjaan.Walaupun aku sudah bekerja sebagai pengajar di beberapa sekolah swasta di Medan tapi aku juga berkeinginan untuk menjadi PNS.Sudah kucoba beberapa kali,tapi gagal."Ada hikmah dibalik ini",pikirku.
Di sebuah sekolah swasta di medan,aku bertemu dengan seorang wanita yang sederhana,tapi manis juga,lembut dan baik hati.Kami sama -sama sebagai tenaga pengajar di sekolah itu,dia seorang guru Matematika alumni IKIP Medan Stambuk 1991.Aku tertarik padanya dan akhirnya aku menikah pada 28 Juni 1997 di desa Air Teluk Hesa kecamatan Air Batu kabupaten Asahan.Istriku sudah PNS di SMA Negeri Perdagangan saat itu,dan sekarang berganti nama menjadi SMA Negeri 1 Bandar.Kami tinggal di Medan selama setahun,setelah anakku lahir ,kemudian kami menetap di Perdagangan hingga sekarang.
Walau istri sudah PNS sejak tahun 1997,tapi saya masih honor.Masih ada keinginan yang kuat untuk menjadi PNS.Ternyata Allah mendengar doa-doaku,aku PNS tahun 2009 dengan masa bakti terhitung tahun 2007,"Alhamdulillah ya Allah atas nikmatmu".Aku ditempatkan di MAN Pematang Bandar terhitung mulai tanggal 01 Oktober 2007.Kemudian menjadi PNS terhitung mulai tanggal 01 November 2010.Terhitung mulai tanggal 01 Februari 2011 aku pindah tugas ke SMA Negeri 1 Bandar hingga saat ini.
Terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2012 aku naik pangkat dalam pangkat Penata Muda Tk.1 (III/b),jabatan guru pertama,tanggal 1 April 2015 dalam pangkat Penata (III/c),Jabatan Guru Muda dan 1 April 2019 menjadi Penata Tk.1 (III/d) dalam jabatan Guru Muda.
Aku dikaruniai tiga orang anak yang tampan dan cantik,dua putra dan satu putri.Putra pertamaku sedang melansungkan studinya di jurusan Teknik Elektro di Universitas Sumatera Utara di Medan,saat ini sedang menyelesaikan skripsinya,"semoga dilancarkan ya nak".Putraku yang kedua masih semester tiga di Politeknik Medan jurusan Teknik Perancang Jalan dan Jembatan.Dan terakhir putriku masih kelas dua di SMA Negeri 1 Bandar.
Aku aktif di berbagai organisasi sosial di Simalungun.Menjabat sebagai sekertaris di Panwas Kabupaten Simalungun,sebagai sekertaris di PHBI kecamatan Bandar sejak tahun 2000 hingga sekarang,sebagai sekertaris di Nadzir Masjid Baiturrahman sejak 2000 hingga sekarang,sebagai instruktur Kabupaten Kota Siantar Simalungun tahun 2018/2019,sebagai ketua LPTQ sejak tahun 2019 hingga sekarang,sebagai ketua MGMP PAI kabupaten Simalungun sejak tahun 2019 hingga sekarang,sebagai seksi pengembangan kurikulum di MGMP Provinsi.
Atas dukungan istriku yang hebat, aku mencoba untuk mengikuti pelatihan pengawas.Support istriku sangat membanggakanku dan membuat aku lebih semangat untuk menjalani pelatihan ini."Semoga berkah ya istriku".Pelatihan ini sudah lama aku inginkan.Dan hari ini Allah SWT telah memberikan jalan kepadaku,semoga amanah.
Bio Data Penulis
Nama : Kadri Bancin,M.Si
Nip. : 197110162007101002
Tempat,Tanggal lahir: Bunga Julu,26 Oktober 1973
Agama : Islam
Instansi : SMA Negeri 1 Bandar
Pendidikan:
SD : SD Inpres no 035945 Binalun di kecamatan Salak 1982 sd 1985
SMP: Madrasah Tsanawiyah Negeri Matang Glumpang dua sejak tahun 1985 sd 1988
SMA:Madrasah Aliyah Negeri Peusangan di Matang Glumpang Dua 1988 sd 1991
S1:fakultas Tarbiyah UMSU Medan. 1991 sd 1996
Kamis, 18 Juni 2020
SANG BINTANG
Bertemu adik kelas setelah 32 tahun itu hal biasa.Namun setelah 32 tahun mengetahui kalau adik kelasku *Sri Derita Wati* Ngefans kepadaku sejak kelas 1 SMP adalah hal yang luar biasa bagiku. Oh ya... Namaku Suliyah,aku pernah sekolah di SMP Negeri Air Batu Asahan.Aku tidak pernah merasa menjadi *bintang*.Terlalu banyak kekuranganku untuk mendapatkan predikat *bintang*.Namun pertemuanku dengan adik kelasku yang membesarkan namaku dengan sebutan *sang bintang* adalah hal yang tidak pernah kuduga sebelumnya
Berikut percakapanku dengannya di inbox fb :
Sri:"Asalammualaikum KK ..senior ....,salam santun dan slmkekeluargaan ya KK sayang"
Aku:"Wa'alaikumsalam,Apa kabar dekku..."
Sri:"Alhamdulillah ..kakanda baik dan sehat"
Aku:"Di mana sekarang"
Sri:"Saya di pekan baru ..kanda,..kanda sendiri dimna"
Aku:"Di perdagangan simalungun"
Sri:"Oh....kanda kan *Bintang kls* SMP n air batu ya dlh...adek selalu terkenang loh"
Aku:"Ah.. Ada2 aja dek... Yang benar, jadi malu"
Sri"Ih,..karena ikuti jejak KK ..adek jg duluh berpacu utk itu ..walau TDK JD bintang yg jls dpt frestasi hhhhsetidaknya angka 1dan 2 hhhhh..itu dlh karena terinfirasi sama kanda"
Sri :"..hhhhhh..lucu tapi pakta loh kak"
Aku:"Banyak teman 2 di pakan Baru ya"
Sri:"Oh ya Bang kirno ,kanda ingat seanggkatan kanda...sama Siswanto..itu di sini kanda"
Aku:"Ya, kami ada grup SMP"
Sri:"Oh ...mantap lah"
Aku:"Kapan 2 reunion lah kita. Ingat ana sulastri. Dia di kanada"
Sri:"Ya ingat lah,anak rgm kan...tp enggak ada kontak kanda"
Sri:"Saya si S7..kanda insyaallah DTG ..hhh"
Sri:"Ya,...mantap x..kak ana..yg namanya dr dulu semua mendukung hhhh Rezjki kak ..ANA ..jadi org hebat...begitu juga kanda ..kan..?"
Aku:"Sama2 hebat dek..."
Sri:"Aamiin....adek cmn ibuk rumah tangga kak"
Aku:"Ibu rumah tangga yang hebat.."
Sri:"Ih...bisa ajh kanda ini lah..oh ya ..anak kanda brp"
Aku:"3 dek... 2 cowok 1 cewek"
Sri:"Sama deh.hhhh"
Sri:"Uda PD gedek tntnya"
Aku:"Kuliah 2 dek. Bungsunya kelas x"
Sri:"Kalau Sri ..satu Uda S1 dan satunya D3 dan bungsu TMT SMK"
Aku:"Ish...kalah kakak ya..."
Sri:"Enggak juga KK duluh kuliah lah Sri TMT SMA ..kerja bentar Nika hhhh"
Aku:"Semoga anak pada sukses ya dek"
Sri:"Alhamdulillah KK anak Sri yg pertama s1target 3thn setengah ..TMT KK makanya cpt"
Aku:"Bentar lagi mantu ya dek"
Sri:"Insyaallah kalau ada ijin Allah kok tau kanda"
Aku:"Baunya sampai ke sini.. 😀😀"
Sri:"Hahaaaaa ..bisa ajh lah ..."
Sri:"Doa in ajh lah ...hhhhh😆"
Aku:"Aamiin 🤲🤲"
Sri:"Makasih kakandaku.....seneng banget bisa bersiraturahmi walau cmn lewat sosmed...terasa terbayang wjh kakanda di HDP ku 😭😭😘"
Sri:"🤝🤝🤝🤝"
Sri:"32..THN yg lalu kita satu sekolah hhhh"
Aku:"he... he... So sweet... Terimakasih juga ya dek mau jumpai kakak. Jauh tapi dekat..."
Sri:"Ya ...kanda ku ..mungkin kanda lupa dgn diriku tp aku TDK lupa dgn kanda ..pertama masuk kls km duluh pak Rahudin yg DTG bwk kanda ke ruang kami dan di situ Sri lah ya maju ke dpn berjabat tangan sama *sang bintang*..."
Sri:"..wajah dan senyum kanda terbayang ..di benakku"
Aku:"Aih....melambung banget...masa sih dek... Kakak waktu itu ketua osis ya.."
Sri:"Ya ...Sri tau lah ..."
Sri:"Sri juga anggota kakak"
Sri:"Mau OSIS ,Pramuka ,uks"
Sri:"Bahkan olahraga ..Sri kan aktip"
Aku:"Kakak senang kali ketemu Sri di sini. Kenangan lama teringat kembali.. gak nyangka ketemu adik kelas yang ngefans kali sama kakak... Ish jadi ke er nih... 😂😂😂"
Sri:"Sri duluh sering tinggal di rmh pak Rahudin ..tp Sri anak angkatnya juga di rumah buk Sri idrawati sama sariyatun"
Sri:"Ya ...kakak ..bener x..Sri dulu kagum banget sama sosok KK"
Sri:"KK tu duluh pintar tp enggak sombong KK dlh ramah MK Sri suka"
Aku:"Syukurlah dek... Semoga semangat kita mewarisi ke anak 2 kita ya..."
Sri:"Aamiin.....Allahhumma Aamiin..."
Aku:"Aamiin"
Sri:"Ok kk ..selamat istirahat ya Uda meluangkan waktu utk Kisa 32thn ..yg berlalu ...terimah kasih kanda"
Sri:"Aamiin...semogah ajh"
Aku:"Aamiin"
Sri:"Asalammualaikum kanda...."
Aku:"Wa'alaikumsalam"
Rabu, 06 November 2019
SMA Negeri 1 Bandar Simalungun Di Microsoft Global Learning Connection
Microsoft Global Learning Connection (sebelumnya Skype-a-Thon) adalah acara yang memungkinkan siswa untuk melakukan perjalanan keliling dunia dan terhubung ke luar kelas menggunakan Skype, Tim, dan Flipgrid!
SMA Negeri 1 Bandar Simalungun Sumatera Utara tahun ini bergabung untuk # MSFTGlobalConnect— pada 5-6 November 2019 untuk melakukan perjalanan 17 juta mil virtual, menghubungkan ratusan ribu siswa dan membuat perbedaan dalam membuka hati dan pikiran di seluruh dunia!
SMA Negri 1 Bandar Simalungun Sumatera Utara terpilih sebagai salah satu sekolah dalam GLC Microsoft 2019 pada tanggal 5 November 2019. Microsoft Global Learning Connection merupakan acara yang digelar untuk merayakan pembelajaran tanpa batas selama 48 jam non stop. Ribuan pelajar, pendidik, dan pembicara ahli bergabung dalam sebuah perjalanan virtual bersama dalam sambungan Skype, Teams, dan Flipgrid, bertemu dengan teman baru, membuka hati dan pikiran terhadap dunia, di seluruh Indonesia akan terhubung dengan para nara sumber dari jajaran eksekutif Microsoft. 1000+ siswa dan lebih dari 150 guru akan mendapatkan wawasan global tentang beragam budaya, nilai, dan perspektif yang berbeda namun penuh inspirasi!!
Sekolah yang terhubung
SD
SDN Banyuwangi 1
SDN Jorok
SDN Sukasirna
SD Muhammadiyah 1 Muntilan
SDN Kepanjen 2
SDN 6 Gelanggang
SDN Suruh O1
SDN 13 Kapalo Koto
SDN Kalinegoro 6
SDN Nawin Ilir 1
Xianggang Putonghua Yanxishe Primary School Of
Science And Creativity (XPYPSSC) HongKong
Toko Gakuen Elementary School Japan
SMPN 2 Bangilan
UPT SMPN 3 Lamuru
SMPN 23 Sinjai
SMPN 2 Pangsid
SMPN 2 Gempol
SMPN 3 Purwokerto
SMPN 12 Parepare
SMP Muhammadiyah 7 Colomadu
Sekolah Indonesia Kota Kinabalu
SMA/SMK
SMA Islam Terpadu Granada
SMAN 1 Bandar
SMKN 2 Gorontalo
SMK Telkom Makassar
SMAN 1 Tolitoli
SMAN 1 Pati
SMKN 2 Trenggalek
SMAN 8 Surakarta
SMKN 15 Kota Bekasi
SMA Bina Insan Mandiri
SMKS Muhammadiyah Paguyangan
Sekolah Insan Cendikia Madani
Hong Kong Baptist University Affiliated School
Wong Kam Fai Secondary and Primary School
(HKBUAS)
Yan Chai Hospital Law Chan Chor Si College
(LCCS)
Jadwal Kegiatan
09.30 - 10.00 Linda Dwiyanti Vivek Puthucode
10.00 - 10.30
SDN Banyuwangi 1, SDN Sukasirna, SDN Jorok, Toko Gakuen Elementary
School Japan SMK Telkom Makassar, SMAN 1 Pati, SMA Bina Insan Mandiri
11.00 - 11.30 Norman Yoshua Sam McNeill
11.30 - 12.00 SD Muhammadiyah 1 Muntilan, SDN 13 Kapalo Kato, SDN Kepanjen 2 SMP Muhammadiyah Colomadu, SIKK, UPT SMPN 3 Lamuru, Hong Kong
Baptist University Affiliated School Wong Kam Fai Secondary and
Primary School (HKBUAS)
13.30 - 14.00 Sianto Wongjoyo Sripriya Ramachandra
14.00 - 14.30 SMPN 2 Gempol, SMKS Muhammadiyah Paguyangan, SMKN 15 Bekasi SMAN 1 Bandar, SMKN 2 Trenggalek, SMPN 2 Pangsid
Jadwal Kegiatan
09.30 - 10.00 Nina Wirahadikusumah Haris Izmee
10.00 - 10.30
SDN 6 Gelanggang, SDN Suruh 01, SDN Nawin Ilir, SDN Kalinegoro 6,
Xianggang Putonghua Yanxishe Primary School Of Science And Creativity
(XPYPSSC) HongKong
Sekolah ICM, SMAN 1 Tolitoli, SMA Islam Terpadu Granada
11.00 - 11.30 Deni Yudi Syahputra Mulia Dewi
11.30 - 12.00 SMKN 2 Gorontalo, SMPN 3 Purwokerto, SMAN 8 Surakarta SMPN 23 Sinjai, SMPN 12 Parepare, SMPN 2 Bangilan
Agenda Kegiatan
Aktivitas Durasi
(dalam menit)
Pembukaan oleh MC + Perkenalan peserta 5 menit
Sesi 1: SMART Student for SMART Era!
(termasuk sesi tanya jawab) 25 menit
Sesi 2: Kolaborasi Antar Kelas
(Kuis Kahoot!, Sing a Song, Sharing time) 25 menit
Penutup. 5 menit
Lomba Antar Sekolah
Untuk memeriahkan kegiatan Global Learning Connection, akan diadakan
perlombaan antar sekolah, yaitu:
1. Lomba Dekorasi Kelas
Menghias dengan tema GLC
2019 Open Hearts Open minds
2. Lomba Foto Grup
Mengabadikan momen seru Global Learning Connection
bersama-sama dalam sebuah momen
Kuis Kahoot!
• Bergabung bersama dengan teman-teman lainnya dalam kuis Kahoot!
Yang menjadi TOP WINNERnya adalah
1.Akbar
dari SMA N 1 Bandar Simalungun Sumatera Utara
2.Ayu Amelia
dari SMKN 2 Trenggalek
3.Advent
dari SMA N 1 Bandar Simalungun Sumatera Utara
#MSFTGlobalConnect
#MicrosoftEDU
@SkypeClassroom
Microsoft Global Learning Connection, Open Hearts Open Minds
Rabu, 17 Juli 2019
CERITAKU DI VCT BATCH 4
Berkenaan dengan program pengembangan kompetensi guru dalam rangka mempersiapkan SDM untuk pendidikan 4.0 ,34 provinsi di Indonesia Kemdikbud bekerja sama dengan The Southeast Asian Ministers Of Education Organization (SEAMEO) mengadakan pelatihan secara online bagi para guru SMA, SMK dan SLB.
Training online dilaksanakan oleh SEAMEO secretariat dan SEAMEO SEAMOLEC dalam tema Virtual Coordinator Training (VCT).Pelatihan VCT Batch 4 dilaksanakan secara daring antara tanggal 18 Mei sd 30 Juni 2019.
Hari pertama ,tanggal 18 Mei 2019
Tautan Kegiatan
: Sabtu 18 Mei 2019, Pukul 09.00 - 12.00 WIB
: http://bit.lY/VCTBatch4
Event Number 573 654 135
Evenl Password 12345
Si Kepo bergabung deh di pembukaan VCT Batch 4.Eh...ternyata aku bergabung di Jawa Barat. Mana gak tahu gimana absennya.Selama 3 jam Aku mengikuti pembukaan. Dari awal sampai akhir aku mengikutinya... Hadeh...HP ngadat Pula.Akhirnya gak jadi Aku absence, tanya teman-teman dan instruktur " gimana ini ".Oh... ternyata gak apa-apa.
Hari berikutnya ATM ( Amati Tiru Modifikasi). Dengan mengikuti diskusi di group WA VCT Batch 4 Sumut 2 dan mengamati pertanyaan para guru hebat dan jawaban instruktur. Sekali-sekali Japri beberapa guru hebat dan instruktur, akhirnya Aku bisa memahami maksud dari VCT.
Setelah faham, lanjut deh... dengan modal nekat Aku mulai melaksanakan tugas .
Tugas pertama, Tanggal 28 Mei 2019 Aku berperan sebagai Moderator di sesi 4 pukul 13.30 WIB sd 14.30 WIB dengan Materi "UJI KOMPETENSI BAHASA INGGRIS NASIONAL" yang dibawakan oleh presenter Bapak Vijay Kumar dan sebagai host Bapak Pajar Manggala Sitepu,S.Kom
Tugas kedua,tanggal 29 Mei 2019 sesi 4 pukul 13.30 WIB sd 14.30 WIB Aku menjadi moderator untuk kedua Kalinya dengan Materi " Membuat Rock Celana" yang dibawakan Oleh ibu Marlina dari UPT SLB-e Negeri Pembina Medan. Dan sebagai Host Bapak Pajar Manggala Sitepu, S. Kom
Tugas ketiga, Tanggal 1 Juni 2019.Aku berperan sebagai presenter pada sesi 1 pukul 13.30 WIB sd 14.30 WIB dengan Materi "Membuat Kuis dengan Plickers".Ibu Suryani Samosir sebagai moderator dan ibu Herbina S Sihotang sebagai Host.
Tugas keempat, pada tanggal 2 Juni 2019.Sesi 1 pukul 13.30 sd 14.30 sebagai presenter dengan materi "Kuis Kahoot ".Ibu Khodijah Nur Lubis, S.Pdi, gr sebagai Host dan ibu Emmi Silvia Herlina, M.Pd sebagai moderator.
Tugas kelima, tanggal 12 Juni 2019 sesi 1 pukul 08.00 WIB sd 09.00 WIB. Aku berperan sebagai Host. Ibu Sri Rezeki, S.Pd,M.Si dari SMP Negeri 4 Percut Sei Tuan sebagai presenter dengan materi "Model Pembelajaran PBL. Bapak Saloom RD dari SMP N 10 Tebing Tinggi sebagai moderator.
Rabu, 25 April 2018
LPTQ CABDIS WILAYAH VI "SABET" 12 PIALA MTQ TINGKAT PELAJAR SMA/SMK PROVINSI SUMATERA UTARA
LPTQ Cabdis wilayah VI menyabet 12 piala dari 5 cabang lomba musabaqoh Tilawatil Qur'an tingkat pelajar SMA/SMK provinsi Sumatera Utara ...
-
LPTQ Cabdis wilayah VI menyabet 12 piala dari 5 cabang lomba musabaqoh Tilawatil Qur'an tingkat pelajar SMA/SMK provinsi Sumatera Utara ...
-
*SANG BINTANG * Bertemu adik kelas setelah 32 tahun itu hal biasa.Namun setelah 32 tahun mengetahui kalau adik kelasku *Sri Derita Wati* Ng...










